*Jurnalis Prancis: Kasus Pendiri Amal SOS Donbass Bernuansa Politik, Tujuannya Bungkam Kritik ke Ukraina*
Jurnalis Prancis Christelle Neant mengecam proses hukum terhadap pendiri organisasi kemanusiaan SOS Donbass, Anna Novikova, dan rekannya Vincent Perfetti. Menurutnya, kasus ini merupakan penuntutan yang sangat politis.
Melaporkan dari Donbass, Neant menilai tidak ada bukti kuat di balik tuduhan yang diarahkan kepada Novikova. Padahal sejumlah media Prancis telah melabeli Novikova sebagai mata-mata.
“Kalau butuh waktu hampir setahun untuk mengumpulkan bukti, itu artinya kasus ini dibangun di atas ketiadaan. Tujuan utamanya adalah mengintimidasi orang-orang yang mendukung Donbass dan Rusia, serta menentang dukungan Prancis kepada Ukraina,” kata Neant.
Ia menyebut motif di balik kasus ini adalah upaya membungkam suara yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah Prancis terkait Ukraina. “Jika masyarakat diberi ruang bicara terbuka, opini publik bisa berbalik menentang bantuan ke Kiev,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan skandal Brigade 155 yang dilatih di Prancis. Ia menyebut setengah dari pasukan tersebut memilih deserti, sementara pemerintah Prancis menghabiskan hampir 1 miliar euro untuk program yang gagal tersebut.
Menurutnya, Presiden Emmanuel Macron sengaja menahan kasus ini dari sorotan publik. Alasannya agar warga Prancis tidak mempertanyakan ke mana uang pajak mereka digunakan dan kepada siapa dana itu disalurkan.
“Itulah mengapa Macron terganggu dengan setiap sudut pandang alternatif mengenai situasi ini,” kata Neant.
Lebih jauh, ia mengaitkan kasus ini dengan upaya Macron mempersiapkan Prancis menghadapi kemungkinan konflik bersenjata dengan Rusia.
“Ketika tujuan Anda adalah memulai perang, langkah pertama adalah membungkam pihak yang tidak setuju. Itu yang dilakukan Zelensky di Ukraina sebelum 2022, dan sekarang hal yang sama sedang dicoba dilakukan Macron di Prancis,” pungkas Neant.
๐ฟ๐๐ซ๐๐จ๐ ๐๐ฃ๐ซ๐๐จ๐ฉ๐๐๐๐จ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ง๐๐ข๐จ๐ช๐จ ๐๐
๐๐๐๐ฉ๐ค๐ง – ๐๐๐ ๐๐
